TERASJABAR.ID – Padepokan Kang Yusup Oeblet Bumi Seni Tarikolot (BST) di lereng Ciremai, tepatnya di kawasan desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, menggelar silaturakhmi Halal Bihalal dan Workshop Seni Budaya dengan taglan “Merajut Simpul Rasa di Lereng Gunung Ciremai”,Sabtu (4/04/2026).
Menurut Kang Oeblet sapaan akrabnya, dalam dinamika kehidupan yang semakin cepat dan terfragmentasi, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ruang-ruang kebudayaan tidak hanya mengalami perubahan, melainkan kehilangan keterhubungan makna. Aktivitas seni tetap berlangsung, namun seringkali berjalan sendiri-sendiri, terpisah dari akar nilai dan kedalaman rasa yang dahulu menjadi fondasinya.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah ruang bersama yang tidak hanya mempertemukan, tetapi menghubungkan kembali sebuah ruang untuk merajut simpul rasa: keterhubungan antara pelaku, karya, nilai, dan kehidupan itu sendiri, papar Budayawan dan Musisi Tabuhan Nusantara selaku pemilik sekaligus Pupuhu Padepokan BST disela workshop Seni Budaya.
Kegiatan ini kata Kang Oeblet, sebagai upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya:
• memperkuat jejaring lintas seni budaya
• menghidupkan kembali nilai dan makna dalam praktik berkesenian
• membangun keseimbangan antara kreativitas, pengetahuan, dan keberlanjutan
Selain Silaturahmi & Halal Bihalal Pelaku Seni Budaya, menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suwari Akhmadhian, Prof. Rizki Indrawan, pegiat seni budaya Cirebon dengan materi Workshop “Hak Kekayaan Intelektual dan “Pengelolaan Pajak bagi Pelaku Seni Budaya”.
Workshop ditandai Forum dialog penguatan jejaring lintas komunitas.
Hadir Kepala Dinas Pemuda Olahraga & Pariwisata (Disporspar) Kuningan Asep Budi Setiawan, para pelaku seni budaya wilayah Kuningan-Cirebon serta seluruh penggiat seni yang peduli terhadap penguatan nilai dan keberlanjutan kebudayaan.
Kehadiran para Pelaku budaya ini ucap Kang Oeblet, tak hanya sebagai manifesto seni Kuningan, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun kembali keterhubungan lintas seni budaya yang berakar pada nilai, kesadaran, dan rasa.










