TERASJABAR.ID – Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, mengakui bahwa kontribusinya dalam aspek bertahan tidak sebesar rekan-rekan setimnya.
Meski tampil tajam dan menjadi salah satu pemain paling menentukan musim ini, pemain berusia 26 tahun tersebut tetap mendapat sorotan terkait perannya secara keseluruhan di lapangan.
Pada awal musim, sistem permainan yang diterapkan Xabi Alonso sempat mengandalkan pressing tinggi dan berjalan cukup efektif.
Namun, pendekatan itu mulai kehilangan efektivitas sejak November. Minimnya kontribusi defensif dari Mbappe dan Vinicius Junior pun menjadi bahan kritik.
Pelatih saat ini, Alvaro Arbeloa, kemudian mengubah pendekatan taktik.
Ia menegaskan tidak ingin Mbappe dan Vinicius kelelahan akibat pressing berlebihan.
Hal serupa juga disampaikan pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, yang menilai tidak realistis mengharapkan Mbappe berlari sejauh 11 km setiap pertandingan.
Dalam sebuah podcast bersama Aurelien Tchouameni, Achraf Hakimi, dan komedian Malik Bentalha, Mbappe mengakui bahwa ia memang lebih jarang membantu pertahanan.
Namun, ia menegaskan bahwa saat ia melakukannya, dampaknya terasa bagi tim. Ia juga menganggap kritik yang diterimanya sebagai masukan positif.
Meski demikian, efektivitas kombinasi Mbappe, Vinicius, dan Jude Bellingham masih dipertanyakan, terutama dalam laga besar.
Performa Real Madrid bahkan dinilai lebih solid saat menghadapi Manchester City tanpa beberapa pemain kunci tersebut, sehingga perdebatan soal keseimbangan tim terus berlanjut.-***















