TERASJABAR.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak para pelaku usaha untuk mengambil peran strategis dalam membangkitkan ekonomi daerah yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascapandemi COVID-19.
Ajakan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta FKPPI Jawa Barat yang digelar di RJS Room, Hotel Aryaduta Bandung, Jumat (27/3/2026).
Dalam suasana hangat Idulfitri, Farhan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sebagai kunci utama untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Kota Bandung.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini berada di angka 5,27 persen, masih di bawah capaian sebelum pandemi yang bisa mencapai 7 hingga 8 persen.
“Artinya, kita masih punya pekerjaan besar untuk mengembalikan laju pertumbuhan ekonomi seperti semula,” ujarnya.
Menurut Farhan, terdapat dua sektor utama yang memengaruhi lambatnya pemulihan ekonomi, yakni sektor transportasi dan industri pengolahan.
Sektor transportasi, kata dia, terdampak signifikan akibat belum optimalnya operasional Bandara Husein Sastranegara.
Ia meyakini, jika aktivitas bandara kembali normal, kontribusi sektor transportasi akan meningkat signifikan.
“Ini yang sedang kita perjuangkan bersama pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu, sektor industri pengolahan mengalami stagnasi akibat pembatasan industri besar di dalam kota, sehingga kontribusi manufaktur mengalami penurunan.
Sebagai langkah strategis, Farhan mendorong penguatan sektor usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya industri kreatif berbasis fesyen yang menjadi salah satu keunggulan Kota Bandung.
Ia menyebut sejumlah brand lokal telah menunjukkan daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya karya desainer Ivan Gunawan serta brand Buttonscarves.
Selain itu, kawasan Cibaduyut juga akan terus didorong sebagai pusat industri sepatu dengan potensi ekspor tinggi.
“Sepatu kulit buatan Bandung memiliki kualitas yang mampu menembus pasar global dengan nilai jual tinggi. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kawasan pusat kota, termasuk Masjid Agung Bandung, sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Pemerintah Kota Bandung berencana menggelar berbagai kegiatan rutin bulanan di kawasan tersebut guna meningkatkan kunjungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika kawasan pusat kota hidup, maka ekonomi di sekitarnya juga akan bergerak,” ujarnya.
Tak hanya itu, Farhan membuka peluang investasi di sektor properti, khususnya pembangunan hotel dan hunian vertikal. Ia memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan serta dukungan dalam menyelesaikan berbagai kendala investasi.
Ia juga mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan program pembiayaan dari pemerintah pusat, seperti Tapera, guna mendukung pengembangan usaha.
Menutup sambutannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki dinamika tinggi dengan beragam tantangan sekaligus peluang besar.
“Bandung ini penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang. Kuncinya ada pada kolaborasi,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota HIPWI FKPPI Jawa Barat untuk terus bersinergi bersama pemerintah dalam membangun Kota Bandung yang lebih maju.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih serta mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bangun Bandung bersama,” pungkasnya.

















