TERASJABAR.ID – Sebuah proyektil dilaporkan menghantam area di sekitar PLTN Bushehr pada Selasa, 17 Maret 2026.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena terjadi di fasilitas nuklir yang berada di tepi Teluk Persia, di tengah meningkatnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Pemerintah Iran dan Rusia sama-sama mengonfirmasi kejadian tersebut, namun memastikan tidak terjadi kebocoran material nuklir maupun korban jiwa.
Mengacu pada laporan The Guardian, Kepala Rosatom, Alexey Likhachev, menyatakan proyektil diduga jatuh di area dekat gedung layanan metrologi, yang posisinya berdekatan dengan unit pembangkit yang sedang beroperasi.
Organisasi Energi Atom Iran juga menegaskan tidak ada kerusakan teknis, finansial, maupun korban dalam insiden tersebut.
Hal serupa disampaikan oleh IAEA yang telah menerima laporan langsung dari Iran.
Hingga kini, jenis proyektil dan asalnya masih belum diketahui. Sementara itu, Komando Pusat militer AS belum memberikan pernyataan resmi.
PLTN Bushehr sendiri merupakan fasilitas vital sekaligus simbol program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan global, terutama terkait isu keamanan dan stabilitas kawasan.-***
















