terasjabar.id
Kamis, 12 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 12 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Krisis Energi: Butuh Sedotan Baru!

Herman by Herman
12 Mar 2026 14:11
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ketika Kepentingan Pribadi Menjadi Kebijakan Negara

Oleh: Albertus M. Patty

ADVERTISEMENT

Dunia pernah jungkir balik ketika pandemi Covid datang seperti tamu tak diundang yang masuk rumah tanpa mengetuk pintu. Banyak orang panik, ekonomi terengah-engah, dan suasana global terasa seperti ayam kampung yang ketahuan mencuri nasi lalu dikejar warga satu RT.

Anehnya, di tengah kekacauan itu, tidak semua orang kehabisan akal. Sebagian orang justru menemukan celah, kecil tapi nyata, seperti air hujan yang tetap bisa merembes lewat tembok beton yang katanya sudah diplester rapat oleh tukang paling mahal di kompleks.

Ketika orang dilarang berkumpul, manusia tidak tiba-tiba berubah menjadi patung taman. Mereka mencari cara lain. Lahirlah rapat Zoom, ibadah online, kuliah digital, bahkan acara ulang tahun yang dihadiri lebih banyak layar laptop daripada manusia asli.

Manusia memang punya bakat unik: kalau pintu ditutup, dia tidak berhenti. Dia akan cari jendela. Kalau jendela ditutup, dia bongkar genteng.
Sejarah menunjukkan hal yang sama. Setiap krisis besar sering kali justru melahirkan inovasi. Kreativitas manusia kadang mengalir deras saat situasi genting. Mirip lahar panas gunung berapi yang tiba-tiba memaksa semua orang berlari sambil berpikir keras: “Habislah… tapi mungkin kita bisa bikin sesuatu dari ini.”

Nah, sekarang dunia sedang menghadapi drama baru: krisis energi. Biangnya ada di sebuah tempat kecil bernama Selat Hormuz. Panjangnya cuma sekitar 34 kilometer, tidak jauh-jauh amat dibanding jarak orang Jakarta yang tiap hari menempuh perjalanan dari rumah ke kantor sambil mikirin bagaimana bayar cicilan pinjol.
Tetapi selat kecil ini punya peran besar: sekitar 20 persen energi dunia lewat situ.

Bayangkan saja, Selat Hormuz itu seperti kerongkongan seseorang yang sedang makan sosis terlalu besar. Kalau tersangkut lama, wajahnya langsung merah, matanya melotot, dan semua orang di meja makan panik mencari air putih.
Begitu juga dunia. Kalau “kerongkongan energi” ini tersumbat, ekonomi global bisa megap-megap seperti motor tua yang kehabisan bensin di tengah tanjakan.

Masalahnya, minyak bumi bukan sekadar urusan mobil dan motor. Ia adalah darah yang mengalir dalam hampir semua sistem produksi. Tanpa energi, pabrik berhenti. Transportasi macet. Distribusi barang tersendat. Ujungnya PHK lagi.

Situasinya mirip tubuh manusia yang tiba-tiba terkena stroke: tangan tidak bergerak, kaki tidak patuh, dan seluruh sistem mendadak kacau.
Namun seperti krisis sebelumnya, momen ini sebenarnya juga menyimpan peluang. Krisis sering kali seperti alarm pagi hari. Memang menyebalkan, tapi kalau tidak berbunyi kita bisa terus tidur dan terlambat ke kantor. Krisis energi ini sedang membangunkan dunia dari tidur panjang ketergantungan pada minyak bumi.

Negara-negara yang cerdas mulai berpikir: “Kalau satu kran macet, kita harus punya banyak kran lain.”
China, misalnya, sudah bergerak cepat. Mobil-mobil produksi mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bensin. Banyak yang sudah memakai baterai lithium. Jadi, kalau suatu hari pom bensin tutup, mobil mereka tidak langsung berubah jadi pajangan halaman rumah.

Indonesia sebenarnya tidak kekurangan bahan untuk melakukan hal yang sama. Kita punya air yang mengalir dari ribuan sungai, angin yang bertiup dari laut, ombak yang tidak pernah capek menghantam pantai, dan cadangan nikel yang membuat banyak negara melirik seperti tetangga yang mengintip dapur kita saat mencium aroma rendang.

Artinya, bahan bakunya ada. Potensi ada. Yang sering kurang hanyalah satu hal sederhana tapi mahal harganya: kemauan pemerintah mendorong kreativitas dan inovasi anak bangsa. Padahal kalau diberi ruang, orang Indonesia itu kreatifnya luar biasa.

Di negara lain orang membuat kendaraan listrik. Di Indonesia, orang bisa membuat gerobak bakso yang sekaligus jadi dapur, restoran, dan kantor cabang keliling. Bayangkan kalau kreativitas seperti itu diarahkan pada inovasi energi.

RELATED POSTS

Jelang Lebaran, Stok BBM dan Elpiji di Jabar Aman

DPR: Panic Buying BBM Bisa Terjadi Jika Informasi Tidak Jelas

Harga Pertamax Naik Rp500 Jadi Rp12.300 per Liter Per 1 Maret 2026

Impor BBM

Masalah BBM Pascabencana, DPR Ingatkan Negara Harus Hadir

Krisis energi ini seharusnya menjadi pelecut. Bukan untuk panik, tetapi untuk berpikir lebih serius. Karena sejarah selalu menunjukkan satu hal:
Bangsa yang bertahan bukanlah bangsa yang hidup tanpa krisis.
Melainkan bangsa yang ketika dunia tersedak, dia sudah menyiapkan sedotan cadangan.

Bandung,
12 Maret 2026

Tags: BBMKrisis
ShareTweetSend

Related Posts

Harga Pertamax Naik Rp500 Jadi Rp12.300 per Liter Per 1 Maret 2026
Ekonomi

Jelang Lebaran, Stok BBM dan Elpiji di Jabar Aman

12 Mar 2026 15:29
DPR: Panic Buying BBM Bisa Terjadi Jika Informasi Tidak Jelas
News

DPR: Panic Buying BBM Bisa Terjadi Jika Informasi Tidak Jelas

11 Mar 2026 08:34
Harga Pertamax Naik Rp500 Jadi Rp12.300 per Liter Per 1 Maret 2026
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Rp500 Jadi Rp12.300 per Liter Per 1 Maret 2026

1 Mar 2026 12:42
Impor BBM
Berita Utama

Impor BBM

24 Feb 2026 17:35
Masalah BBM Pascabencana, DPR Ingatkan Negara Harus Hadir
News

Masalah BBM Pascabencana, DPR Ingatkan Negara Harus Hadir

1 Jan 2026 16:34
Stok BBM dan LPG Aman Selama Libur Nataru, Ini Penjelasan Menteri ESDM
Ekonomi

Stok BBM dan LPG Aman Selama Libur Nataru, Ini Penjelasan Menteri ESDM

29 Des 2025 21:23
Next Post
Bupati Bandung Sampaikan Kabar Gembira: SE Mendikdasmen Terbit, Honor Guru P3K PW Bisa Dibayar Lewat Dana BOSP

Bupati Bandung Sampaikan Kabar Gembira: SE Mendikdasmen Terbit, Honor Guru P3K PW Bisa Dibayar Lewat Dana BOSP

Duuhhh… Kakak yang Diduga ODGJ Bunuh Adiknya dengan Pisau Dapur

Duuhhh... Kakak yang Diduga ODGJ Bunuh Adiknya dengan Pisau Dapur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

10 Mar 2026 15:30
Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

Fresh Graduate! PT Djarum Buka Loker 2 Posisi, Ini Link Daftarnya

11 Mar 2026 16:24
Info Part Time! HokBen Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Info Part Time! HokBen Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

5 Mar 2026 15:52
Gramedia Cimahi Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Tertarik?

Gramedia Cimahi Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Tertarik?

10 Mar 2026 15:54
Hoaks Mudik Gratis Marak Beredar, Kemkomdigi Perketat Patroli Siber Jelang Lebaran

Hoaks Mudik Gratis Marak Beredar, Kemkomdigi Perketat Patroli Siber Jelang Lebaran

0
Kereta Api

Penjualan Tiket Angkutan Lebaran KAI Capai 2,57 Juta, Masih Tersedia 1,9 Juta Tempat Duduk

0
KAI Tegaskan Disiplin di Perlintasan Sebidang, Keselamatan Bergantung pada Kepatuhan Pengguna Jalan

KAI Tegaskan Disiplin di Perlintasan Sebidang, Keselamatan Bergantung pada Kepatuhan Pengguna Jalan

0
Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

0
Hoaks Mudik Gratis Marak Beredar, Kemkomdigi Perketat Patroli Siber Jelang Lebaran

Hoaks Mudik Gratis Marak Beredar, Kemkomdigi Perketat Patroli Siber Jelang Lebaran

12 Mar 2026 16:54
Kereta Api

Penjualan Tiket Angkutan Lebaran KAI Capai 2,57 Juta, Masih Tersedia 1,9 Juta Tempat Duduk

12 Mar 2026 16:29
KAI Tegaskan Disiplin di Perlintasan Sebidang, Keselamatan Bergantung pada Kepatuhan Pengguna Jalan

KAI Tegaskan Disiplin di Perlintasan Sebidang, Keselamatan Bergantung pada Kepatuhan Pengguna Jalan

12 Mar 2026 15:53
Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

12 Mar 2026 15:51
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.