TERASJABAR.ID – Industri kerajinan merupakan salah satu sektor strategis dalam struktur industri nasional yang memiliki karakter kuat pada kreativitas, warisan budaya, serta pemanfaatan sumber daya lokal.
Di tengah dinamika perdagangan global, industri kerajinan nasional terus menunjukkan ketahanan dan daya saing yang semakin kuat, didukung oleh inovasi desain, penguatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar ekspor.
Dalam mendukung penguatan sektor tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menjalankan berbagai program strategis yang mencakup peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi sertifikasi dan standardisasi, penguatan desain dan branding, hingga pembukaan akses pasar ekspor melalui partisipasi pada ajang internasional.
Dilansir siaran pers Kemenperin, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri kerajinan memiliki peran penting dalam memperkuat struktur industri berbasis nilai tambah dan budaya nasional.
“Industri kerajinan tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga duta budaya Indonesia di pasar global,” kata Menperin.
Sebagai bagian strategi perluasan akses pasar global, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan turut berpartisipasi pada ajang pameran internasional Home InStyle 2026 yang akan diselenggarakan pada 27 – 30 April 2026 di Hongkong.
Pameran business-to-business (B2B) sektor produk rumah tangga dan gaya hidup yang digelar oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) tersebut menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen, desainer, distributor, dan buyer internasional dari berbagai negara.
Berdasarkan rilis resmi HKTDC, pameran Home InStyle berhasil menarik sekitar 100.000 buyer global, dengan lebih dari 20.000 buyer berasal dari 131 negara dan wilayah.

















