TERASJABAR.ID – Terapi bekam dikenal memiliki berbagai manfaat bagi wanita.
Meski selama prosesnya kulit bisa terasa seperti ditarik atau diremas, metode pengobatan tradisional ini dipercaya mampu memberikan sejumlah efek positif, mulai dari meredakan nyeri hingga membantu memperbaiki suasana hati.
Bekam sendiri telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, terutama dalam pengobatan tradisional dari Tiongkok.
Prosedurnya dilakukan dengan menempelkan cangkir khusus yang memiliki daya isap pada permukaan kulit, biasanya di area punggung, leher, atau bahu selama beberapa menit.
Tujuan terapi ini adalah membantu melancarkan peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, serta meredakan peradangan.
Bagi wanita, bekam diketahui dapat membantu meredakan nyeri setelah melahirkan, terutama pada area perineum.
Jika dikombinasikan dengan akupresur, terapi ini dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami sekaligus meningkatkan aliran darah.
Selain itu, bekam juga sering dimanfaatkan untuk mengurangi migrain atau sakit kepala karena membantu memperbaiki sirkulasi darah menuju otak.
Terapi ini juga dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga suasana hati menjadi lebih baik.
Aliran darah yang lebih lancar dan meningkatnya hormon endorfin setelah bekam dipercaya mampu menurunkan stres dan membuat tidur lebih nyenyak.
Selain itu, bekam juga sering digunakan untuk mengatasi pegal-pegal pada otot serta membantu menjaga kesehatan kulit.
Meski memiliki berbagai manfaat, terapi bekam tetap memiliki risiko, seperti memar, iritasi kulit, nyeri otot, hingga infeksi jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat.
Oleh karena itu, penting untuk menjalani bekam di tempat yang terpercaya dengan praktisi berpengalaman serta memastikan peralatan yang digunakan bersih dan aman.-*
















