TERASJABAR.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak seluruh lapisan pemerintahan di berbagai level untuk terus mengedepankan soliditas dan kepentingan bersama.
Dengan demikian, ia meyakini bahwa kedepannya akan lahir solusi-solusi konkret bagi kesejahteraan dan kemajuan desa. Khususnya di sektor pendampingan dan pemberdayaan masyarakat desa secara masif.
“Saya mengapresiasi, ide besar, gagasan, silaturahmi yang dikedepankan selama ini. Karena dengan banyaknya silaturahmi, dengan banyaknya diskusi kemudian mencari solusi itu menurut saya akan menemukan titik temu. Kalau ada persoalan kita bawa ke ruang dialog,” kata Yandri, dikutip laman Kemendes PDT.
Mendes menyampaikan hal itu saat memberi arahan dalam agenda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinkronisasi program pusat dan daerah serta penguatan tata kelola desa.
Mendes PDT menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi daerah tertinggal, seperti keterbatasan kapasitas fiskal, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang belum memadai.
Menurutnya, langkah strategis dari para Kepala Daerah itu sangat penting untuk memastikan tercapainya pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kemandirian desa di seluruh wilayah.
“Dan kami dua minggu lalu sudah melakukan Rakornas Percepatan Daerah Tertinggal atau PPDT, banyak juga yang kami hadirkan. Ada dari Bapenas, Kemendagri, Kementerian PU dan sebagainya. Dan kami sadar potensi di Kabupaten itu banyak sekali. Khususnya yang ada di desa,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa Kemendes PDT memiliki komitmen yang kuat untuk terus memberikan pendampingan teknis agar desa-desa di wilayah tertinggal tidak berjalan sendiri.














