TERASJABAR.ID – Banyak orang mengira berolahraga saat puasa hanya akan membuat tubuh lemas.
Padahal, jika dilakukan dengan tepat, aktivitas fisik justru membantu menjaga kebugaran dan energi selama Ramadan.
Kunci utamanya adalah memilih waktu, jenis, serta durasi latihan yang sesuai agar tubuh tetap aman dan terhidrasi.
Selama berpuasa, tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan, tidur, dan asupan cairan.
Karena itu, waktu yang disarankan untuk berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah salat Tarawih.
Dengan begitu, risiko dehidrasi bisa ditekan dan tubuh dapat segera mengganti cairan yang hilang.
Olahraga saat puasa memiliki banyak manfaat. Pertama, membantu mengontrol berat badan dengan menjaga pembakaran kalori tetap optimal.
Aktivitas ringan seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau yoga dapat mencegah penumpukan lemak tanpa menguras energi.
Kedua, menjaga kesehatan jantung dan melancarkan metabolisme, sehingga tekanan darah lebih stabil dan sirkulasi darah tetap baik.
Selain itu, olahraga merangsang produksi endorfin yang mampu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.
Aliran darah ke otak yang lebih lancar juga meningkatkan konsentrasi dan mengurangi rasa kantuk.
Latihan kekuatan ringan dapat mempertahankan massa otot, sementara gerakan peregangan membantu menjaga fleksibilitas dan kesehatan sendi.
Manfaat lainnya termasuk tidur lebih nyenyak serta meningkatnya daya tahan tubuh.
Agar aman, lakukan olahraga intensitas ringan selama 20–30 menit, cukupkan cairan dan nutrisi saat sahur serta berbuka, dan hentikan aktivitas jika muncul keluhan seperti pusing atau lemas berlebihan.- *
















