TERASJABAR.ID – Inter Milan mengantongi lebih dari €70 juta dari kiprah mereka di UEFA Champions League musim 2025-26.
Namun, pendapatan tersebut terpaut jauh dibanding musim sebelumnya setelah Nerazzurri tersingkir di babak play-off oleh FK Bodo/Glimt.
Inter kalah 1-2 pada leg kedua di San Siro, menyusul kekalahan 1-3 di Norwegia.
Hasil itu membuat agregat akhir menjadi 2-5 dan memastikan langkah mereka terhenti lebih awal.
Ini menjadi kali pertama sejak musim 2020-21 Inter gagal menembus babak 16 besar.
Secara total, pemasukan klub mencapai sekitar €71 juta yang berasal dari berbagai komponen.
Biaya partisipasi menyumbang €18,62 juta, sementara pilar nilai terdiri dari €23,37 juta saham Eropa dan €8,65 juta saham non-Eropa.
Tambahan lainnya meliputi bonus fase liga €8,13 juta, bonus kemenangan dan hasil imbang €10,5 juta, peringkat 9-16 sebesar €1 juta, serta bonus play-off €1 juta.
Jumlah tersebut sekitar €65 juta lebih rendah dibanding musim 2024-25, saat Inter melaju hingga final dan meraih total €136 juta meski kalah 0-5 dari Paris Saint-Germain.
Seandainya mampu menyingkirkan Bodo/Glimt, Inter berpotensi meraih tambahan €11 juta untuk lolos ke 16 besar, €12,5 juta ke perempat final, €15 juta ke semifinal, €18,5 juta sebagai finalis, atau €25 juta jika menjadi juara.-***














