TERASJABAR.ID – Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat harga cabai rawit merah mulai menunjukkan tren penurunan, seiring membaiknya kondisi cuaca dan meningkatnya aktivitas panen di berbagai sentra produksi.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi SPHP Cabai yang melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, aparat kepolisian, serta Asosiasi Champion Cabai dari seluruh Indonesia.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai sempat berfluktuasi akibat meningkatnya permintaan, curah hujan yang menghambat proses petik, serta momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Dengan cuaca yang mulai membaik, petikan bertambah sehingga pasokan bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar dan harga mulai stabil,” ujarnya saat memimpin Rakor SPHP Cabai.
Dilansir siaran pers Bapanas, Maino Dwi Hartono menjelaskan, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta saat ini rata-rata mencapai sekitar 14-18 ton per hari. Harga di tingkat pedagang berada di kisaran Rp 65.000 per kilogram (kg), menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Di sejumlah daerah sentra produksi juga terpantau adanya koreksi harga di tingkat petani. Data dari wilayah Kediri menunjukkan harga cabai rawit merah mulai turun dari sekitar Rp 70.000 menjadi Rp 60.000 per kg.
Perwakilan Champion Cabai dari Sleman, Ardi menyampaikan bahwa ketersediaan cabai di sentra produksi sebenarnya masih mencukupi. Namun sebelumnya terkendala hujan sehingga tidak dapat dipanen optimal.
“Kalau cuaca mendukung, petikan bisa meningkat. Saat ini tidak ada stok gudang, yang tersedia adalah standing crop di lahan,” ujar Ardi.
















