TERASJABAR.ID – Teripang atau timun laut merupakan hewan laut tidak bertulang belakang yang memiliki bentuk tubuh memanjang.
Hewan ini hidup di dasar laut dan banyak ditemukan di wilayah Asia Pasifik.
Sejak lama, teripang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, baik dalam kondisi segar maupun kering, terutama di negara-negara Asia dan Timur Tengah.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, teripang dipercaya membantu mengatasi kelelahan, gangguan pencernaan, nyeri sendi, hingga masalah vitalitas pria.
Manfaat teripang berkaitan erat dengan kandungan gizinya.
Dalam 100 gram teripang terkandung sekitar 60 kalori, protein tinggi, lemak, karbohidrat, serta mineral penting seperti zat besi, fosfor, kalsium, dan kalium.
Teripang juga mengandung vitamin A dan B1, serta senyawa aktif yang bersifat antikoagulan, antioksidan, antitumor, dan antijamur.
Berbagai penelitian menunjukkan teripang bermanfaat bagi kesehatan.
Kandungan antiperadangannya membantu meredakan arthritis dan gangguan sendi.
Protein dalam teripang juga dapat menurunkan kolesterol dan trigliserida, sehingga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, senyawa tertentu pada teripang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker, meski masih memerlukan penelitian lanjutan.
Teripang juga dipercaya mempercepat penyembuhan luka, menjaga fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu memperlambat tanda penuaan.
Namun, konsumsinya perlu diperhatikan. Orang yang alergi makanan laut, sedang mengonsumsi obat pengencer darah, serta ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari teripang.
Untuk pengolahan, teripang segar perlu direndam, direbus, dan dibersihkan sebelum dimasak menjadi berbagai hidangan.
Jika dikonsumsi sebagai suplemen, pastikan produk telah terdaftar di BPOM demi keamanan.-***
















