TERASJABAR.ID – Mual yang dirasakan seseorang bisa berasal dari berbagai penyebab, termasuk kehamilan atau peningkatan asam lambung.
Membedakannya sering kali sulit karena gejalanya serupa, bahkan kadang disertai muntah.
Namun, memahami perbedaan mual hamil dan asam lambung penting agar penanganannya tepat.
Perbedaan Waktu dan Gejala
Mual yang terkait kehamilan umumnya muncul pada pagi hari, dikenal sebagai morning sickness, meski beberapa ibu bisa merasakannya sepanjang hari, terutama pada trimester pertama.
Keluhan ini sering disertai muntah, mulut terasa tidak enak, dan sensitif terhadap aroma tertentu, namun biasanya tidak menimbulkan sensasi panas di dada.
Sebaliknya, mual akibat asam lambung biasanya muncul setelah makan atau saat terlambat makan, sering memburuk saat berbaring, dan disertai rasa perih atau panas di dada, mulut asam atau pahit, kembung, serta terkadang hanya mual tanpa muntah.
Pemicu dan Pengaruh Posisi Tubuh
Mual kehamilan dipicu perubahan hormon dan reaksi tubuh terhadap bau atau rasa tertentu, tanpa terlalu dipengaruhi posisi tubuh.
Sebaliknya, mual akibat asam lambung lebih dipengaruhi pola makan, konsumsi makanan pedas, berlemak, atau asam, kebiasaan langsung berbaring setelah makan, serta stres.
Keluhan ini cenderung memburuk saat tubuh membungkuk atau berbaring.
Penanganan
Mual hamil biasanya membaik setelah trimester kedua, dengan cara makan porsi kecil tapi sering, menghindari aroma menyengat, dan menjaga hidrasi.
Sedangkan mual akibat asam lambung memerlukan perubahan gaya hidup, seperti memperbaiki pola makan, menghindari makanan pemicu, tidak makan terlalu malam, dan mengelola stres.
Jika gejala menetap atau mengganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasi dokter untuk penanganan tepat.-***

















