terasjabar.id
Senin, 26 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 26 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengenal Ripley Syndrome, Gangguan Kepribadian yang Dipenuhi Kebohongan

Eka Purwanto by Eka Purwanto
26 Jan 2026 07:14
in Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengenal Ripley Syndrome, Gangguan Kepribadian yang Dipenuhi Kebohongan

Ripley Syndrome. (Kolase)

TERASJABAR.ID – Ripley syndrome mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang.

Istilah ini merujuk pada kumpulan gejala yang kerap dikaitkan dengan individu berkepribadian antisosial yang juga mengalami gangguan identitas disosiatif.

ADVERTISEMENT

Nama sindrom ini terinspirasi dari tokoh fiksi dalam novel The Talented Mr. Ripley karya Patricia Highsmith yang terbit pada 1955.

Dalam cerita tersebut, tokohnya digambarkan hidup dengan identitas palsu, gemar berbohong, serta bersikap manipulatif demi kepentingan pribadi.

Pada kondisi Ripley syndrome, penderitanya cenderung menjalani kehidupan yang dibangun di atas kebohongan dan manipulasi.

Mereka umumnya tidak merasakan rasa bersalah atas tindakan yang dilakukan.

Secara umum, sindrom ini dikaitkan dengan kepribadian antisosial yang memiliki ciri khas seperti sering berbohong atau menipu, bersikap manipulatif, merasa superior, melanggar aturan, hingga melakukan tindakan kriminal dan impulsif.

Selain itu, penderita biasanya kurang empati, sulit menghargai orang lain, serta memiliki hubungan sosial yang buruk dan berpotensi menyakiti orang terdekat.

Ketika disertai gangguan disosiatif, penderita dapat menyangkal realitas dan tenggelam dalam kebohongan yang diciptakannya sendiri, bahkan sampai kehilangan jati diri.

Meski demikian, mereka sering kali memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu meyakinkan orang lain atas identitas palsu yang dibangun.

Hingga kini, penelitian mengenai Ripley syndrome masih terbatas.

RELATED POSTS

No Content Available

Namun, kondisi ini diduga dipicu oleh berbagai faktor, seperti trauma masa lalu, kurangnya kasih sayang, citra diri yang buruk, tuntutan hidup yang berat, serta riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian.

Tanpa penanganan, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah mental lain seperti kecemasan, depresi, delusi, atau gangguan ingatan.

Penanganan umumnya melibatkan psikoterapi, obat-obatan tertentu, serta dukungan keluarga melalui konseling.-***

Tags: Gangguan KepribadianKebohonganRipley Syndrome
ShareTweetSend

Related Posts

No Content Available
Next Post
Formula 20/20/20, Rutinitas Pagi untuk Hidup Lebih Produktif

Formula 20/20/20, Rutinitas Pagi untuk Hidup Lebih Produktif

Jerawat Pasir Bikin Tak Percaya Diri? Begini Cara Mengatasinya

Jerawat Pasir Bikin Tak Percaya Diri? Begini Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Jadwal Acara RCTI Sabtu 24 Januari 2026, Ada MasterChef Indonesia S13, Simak Jam Tayangnya

24 Jan 2026 11:01
Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

21 Jan 2026 22:05
Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

24 Jan 2026 12:02
Pendaftar Tembus 261 Pelamar, Pansel KPI Ajak Talenta Terbaik Kawal Penyiaran Nasional

Pendaftar Tembus 261 Pelamar, Pansel KPI Ajak Talenta Terbaik Kawal Penyiaran Nasional

20 Jan 2026 13:33
Tahun 2026, Kemenkes Fokuskan Cek Kesehatan Gratis pada Penanganan Hasil Pemeriksaan

Tahun 2026, Kemenkes Fokuskan Cek Kesehatan Gratis pada Penanganan Hasil Pemeriksaan

0
Kemensos Kirim Bantuan Tambahan dan Data Korban Longsor di Cisarua KBB

Kemensos Kirim Bantuan Tambahan dan Data Korban Longsor di Cisarua KBB

0
Anggaran Terbatas, Gubernur KDM: Pembangunan Desa di Jabar Tetap Didorong

Anggaran Terbatas, Gubernur KDM: Pembangunan Desa di Jabar Tetap Didorong

0
Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Korban Longsor di Cisarua KBB, Ini Keterangan Resmi BNPB

Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Korban Longsor di Cisarua KBB, Ini Keterangan Resmi BNPB

0
Tahun 2026, Kemenkes Fokuskan Cek Kesehatan Gratis pada Penanganan Hasil Pemeriksaan

Tahun 2026, Kemenkes Fokuskan Cek Kesehatan Gratis pada Penanganan Hasil Pemeriksaan

26 Jan 2026 10:42
Kemensos Kirim Bantuan Tambahan dan Data Korban Longsor di Cisarua KBB

Kemensos Kirim Bantuan Tambahan dan Data Korban Longsor di Cisarua KBB

26 Jan 2026 10:22
Gigi Bernoda? Ini Faktor Pemicu dan Cara Menjaganya Tetap Putih

Gigi Bernoda? Ini Faktor Pemicu dan Cara Menjaganya Tetap Putih

26 Jan 2026 10:02
Anggaran Terbatas, Gubernur KDM: Pembangunan Desa di Jabar Tetap Didorong

Anggaran Terbatas, Gubernur KDM: Pembangunan Desa di Jabar Tetap Didorong

26 Jan 2026 09:59
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.