TERASJABAR.ID – Perubahan warna kuku menjadi ungu sering memicu kekhawatiran, terlebih bila terjadi tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah peredaran darah hingga kelainan pada jantung dan paru-paru.
Dalam dunia medis, kuku berwarna ungu kerap dikaitkan dengan sianosis, yaitu kondisi ketika kadar oksigen dalam darah menurun sehingga aliran darah ke jaringan tubuh, termasuk kuku, tidak optimal.
Meski demikian, tidak semua kuku ungu menandakan penyakit serius.
Pada sebagian orang, perubahan warna ini bersifat sementara dan dapat membaik dengan sendirinya setelah sirkulasi darah kembali normal.
Salah satu penyebab paling umum adalah paparan udara dingin.
Saat suhu rendah, pembuluh darah menyempit untuk menjaga suhu tubuh, sehingga aliran darah ke ujung jari berkurang dan kuku tampak keunguan.
Selain itu, gangguan sirkulasi darah akibat kebiasaan merokok, posisi tubuh tertentu, atau tekanan berulang pada jari juga dapat menyebabkan kuku berubah warna.
Cedera pada kuku, seperti benturan atau tekanan keras, bisa menimbulkan perdarahan kecil di bawah kuku yang memunculkan warna ungu kehitaman.
Faktor lain yang jarang namun mungkin terjadi adalah efek samping obat-obatan tertentu.
Kuku berwarna ungu juga bisa menjadi tanda gangguan serius, seperti penyakit jantung atau paru-paru yang menghambat distribusi oksigen ke seluruh tubuh.
Selain itu, keracunan zat berbahaya dan penyakit darah tertentu dapat memperburuk kemampuan darah membawa oksigen.
Jika mengalami kuku ungu, penting untuk menghangatkan tubuh, menjaga gaya hidup sehat, dan memantau gejala lain.
Segera periksakan diri ke dokter bila warna kuku tidak membaik, sering kambuh, atau disertai keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, atau tubuh terasa sangat lemas.-***

















