TERASJABAR.ID – Keamanan siber menjadi jaminan pelindungan data pribadi dan keberlangsungan layanan publik yang digunakan masyarakat setiap hari.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Executive Town Hall di Depok, Jawa Barat
“Keamanan siber hari ini tidak bisa lagi dipahami sebagai isu teknis atau sekadar penanganan insiden peretasan,” ujarnya, dikutip laman Komdigi.
Ia menjelaskan ruang siber kini menjadi arena strategis yang berdampak langsung pada kehidupan publik, mulai dari layanan administrasi, kesehatan, bantuan sosial, hingga proses demokrasi.
“Ancaman utama bukan serangan siber besar yang spektakuler, melainkan penipisan kedaulatan yang berlangsung perlahan dari sistem,” kata Nezar.
Menurutnya, ketergantungan pada infrastruktur digital asing, kebocoran data strategis, dan manipulasi informasi berisiko menghentikan layanan publik dan menurunkan kepercayaan masyarakat.
“Infrastruktur digital harus diposisikan sebagai aset keamanan. Kabel laut, pusat data, cloud, sistem identitas, dan kecerdasan buatan adalah bagian dari medan strategis,” ujarnya.
Wamen mengutip laporan Global Cyber Security Outlook 2026 yang mencatat peningkatan sekitar 34 persen serangan ransomware bermotif geopolitik sepanjang 2025 dengan sasaran infrastruktur digital dan sektor kritis.

















