TERASJABAR.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui program Kemnaker Peduli mendorong pemulihan pascabencana melalui program padat karya di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Dilansir laman Kemnaker, fokus program itu adalah membantu warga yang terdampak terutama yang kehilangan mata pencaharian agar segera kembali berpenghasilan dan produktif, sekaligus mempercepat pemulihan sarana dan prasarana di lingkungan terdampak.
Ketua Tim Kemnaker Peduli, Sukro Muhab, menegaskan penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Kemnaker menyiapkan langkah lanjutan yang terhubung dengan program ketenagakerjaan untuk mempercepat proses pulih.
“Kemnaker hadir tidak hanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan melalui program ketenagakerjaan, termasuk padat karya agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali produktif,” ujar Sukro Muhab.
Ia menjelaskan, pemulihan Kemnaker Peduli berjalan melalui paket kegiatan yang saling melengkapi. Padat karya menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi, sementara program pendampingan lainnya diarahkan untuk memulihkan kondisi sosial serta mendukung kebutuhan teknis warga pascabanjir.
“Ini program recovery. Selain dorongan padat karya, program Kemnaker juga terus berjalan seperti trauma healing, instalasi listrik, dan dukungan teknis lain di lokasi terdampak,” katanya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Kemnaker Peduli mengoptimalkan posko yang didukung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Di Sumatera Utara dan Aceh, bantuan dan kegiatan lapangan disalurkan melalui Posko Kemnaker Peduli BPVP Medan. Kegiatan diawali dengan pembentukan dan penjagaan posko pada 2–3 Desember 2025, pelibatan relawan, serta pembersihan rumah warga terdampak banjir di Medan.

















