TERASJABAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat dukungan terhadap target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui implementasi pertanian cerdas iklim di Sentra Benih Bawang Putih Nasional, Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dilansir laman resmi BMKG,
komitmen tersebut diwujudkan dengan kerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, ditandai dengan peresmian pemanfaatan Automatic Weather Station (AWS) serta serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat di lahan benih bawang putih Kelompok Tani Pusuk Pujata, Sembalun.
BRMP Hortikultura menetapkan strategi pengembangan budidaya bawang putih melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi guna mencapai target nasional swasembada benih pada tahun 2027.
Ekstensifikasi dilakukan dengan penambahan luas lahan tanam berdasarkan kesesuaian iklim dan karakteristik lahan.
Sementara intensifikasi difokuskan pada peningkatan produktivitas serta pengurangan risiko gagal panen melalui dukungan data dan informasi iklim untuk penerapan pertanian presisi di lahan unggulan bawang putih.
Pemasangan AWS di Sembalun menjadi contoh pemanfaatan data cuaca dan iklim secara real-time dalam mendukung praktik budidaya bawang putih yang berkelanjutan.
Data AWS tersebut akan dipadukan dengan informasi prediksi iklim jangka menengah hingga panjang, mulai dari skala dasarian, bulanan, hingga musiman.
Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, menjelaskan bahwa bawang putih merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah dalam mendukung swasembada pangan nasional.
















