TERASJABAR. – Rebusan daun herbal untuk menurunkan gula darah banyak diminati sebagai pilihan alami oleh penderita diabetes di Indonesia.
Beragam daun herbal, mulai dari daun jambu biji, kelor, hingga daun salam, kerap dimanfaatkan karena diyakini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Cara ini sering dianggap lebih aman dibandingkan obat, meski manfaatnya baru optimal jika dikonsumsi dengan tepat dan bijak.
Berbagai daun tersebut umumnya mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, saponin, dan alkaloid.
Kandungan ini berperan dalam memperlambat penyerapan glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mendukung fungsi pankreas.
Daun jambu biji, misalnya, dikenal dapat membantu menahan lonjakan gula darah setelah makan.
Daun salam dan daun kelor juga dipercaya mendukung metabolisme glukosa dan mengurangi resistensi insulin.
Selain itu, daun pepaya, sirsak, pecah beling, kale, kemangi, hingga daun insulin (Costus igneus) sering digunakan sebagai rebusan herbal untuk membantu mengontrol gula darah secara alami.
Meski menjanjikan, sebagian besar manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan, terutama pada manusia.
Agar tetap aman, konsumsi rebusan daun sebaiknya dimulai dari jumlah kecil dan tidak berlebihan.
Air rebusan lebih dianjurkan dibandingkan mengonsumsi daunnya langsung, kecuali beberapa jenis seperti kemangi atau kale.
Konsultasi dengan dokter sangat disarankan, terutama bagi penderita diabetes yang rutin mengonsumsi obat, ibu hamil, atau penderita penyakit tertentu.
Perlu diingat, rebusan daun hanya berfungsi sebagai pendamping gaya hidup sehat, bukan pengganti pengobatan medis.
Pemantauan gula darah secara rutin tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan.-***
















