TERASJABAR.ID – Kolesterol terdiri atas dua jenis, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).
LDL disebut sebagai kolesterol jahat karena jika kadarnya terlalu tinggi, zat ini dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak.
Penumpukan tersebut menyebabkan penyempitan arteri sehingga aliran darah menjadi terganggu.
Kondisi ini tidak hanya dapat dialami orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
Pada anak, kadar kolesterol total yang dianggap normal adalah di bawah 200 mg/dL.
Sementara itu, kadar HDL sebaiknya lebih dari 40 mg/dL dan LDL kurang dari 130 mg/dL.
Jika kolesterol total melebihi batas tersebut, anak dapat dikatakan mengalami kolesterol tinggi.
Peningkatan kolesterol LDL pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti keturunan, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, serta obesitas.
Gaya hidup modern juga berperan, misalnya kebiasaan jajan sembarangan, mengikuti pola makan tidak sehat teman sebaya, atau terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji karena alasan kepraktisan.
Kolesterol tinggi pada anak tidak boleh diremehkan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di usia muda.
Oleh sebab itu, pencegahan perlu dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, membiasakan konsumsi makanan bergizi seimbang, serta mendorong anak untuk aktif bergerak dan rutin berolahraga.
Jika anak mengalami kelebihan berat badan dan sulit mengubah pola makannya, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter.-***

















