TERASJABAR.ID – Floaters mata atau miodesopsia adalah kondisi munculnya bintik, garis, atau bayangan kecil yang tampak melayang dan mengganggu penglihatan.
Jika hanya muncul sesekali, floaters umumnya tidak berbahaya.
Namun, bila terlihat terus-menerus, bertambah banyak, atau tidak kunjung menghilang, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pada mata dan perlu diwaspadai.
Efeknya mirip debu pada lensa kamera yang membuat pandangan tampak kurang jernih dan seolah ada sesuatu yang menghalangi mata.
Pada umumnya, floaters terjadi akibat perubahan pada vitreus, yaitu gel bening di dalam bola mata yang membantu menjaga bentuk mata dan meneruskan cahaya ke retina.
Seiring bertambahnya usia, vitreus dapat mengalami perubahan sehingga memicu terbentuknya floaters.
Selain penuaan, kondisi ini juga bisa dipicu oleh peradangan mata, cedera, gangguan pembuluh darah, robekan retina, infeksi, atau penyakit tertentu.
Risiko floaters meningkat pada orang berusia di atas 50 tahun, penderita rabun jauh, mata kering, atau yang pernah menjalani operasi katarak.
Gejala floaters bervariasi, mulai dari titik hitam atau abu-abu, garis berlekuk, hingga bentuk seperti benang atau sarang laba-laba.
Biasanya lebih terlihat saat menatap latar terang.
Meski sering tidak berbahaya, waspadai bila disertai kilatan cahaya, penglihatan buram, nyeri mata, atau bayangan gelap.
Floaters ringan umumnya akan berkurang dengan sendirinya.
Menggerakkan bola mata, melakukan olahraga mata, serta mengistirahatkan mata dapat membantu meredakannya.
Namun, jika disebabkan kondisi medis tertentu, dokter dapat memberikan obat tetes, terapi laser, atau tindakan medis lain.
Konsultasi ke dokter mata dianjurkan bila keluhan menetap atau memburuk.-***
















