TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana melakukan penataan dan revitalisasi terhadap terminal tipe C yang selama ini berada di bawah pengelolaan Pemkot Bandung.
Langkah ini sejalan dengan upaya pembenahan sistem transportasi perkotaan agar lebih tertata dan terintegrasi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 14 terminal tipe C di Kota Bandung dengan kondisi yang sebagian besar belum berfungsi optimal. Salah satu terminal yang menjadi perhatian khusus adalah Terminal Ujungberung.
“Terminal tipe C yang dikelola Pemkot ada sekitar 14. Rata-rata kondisinya seperti yang kita lihat sekarang, termasuk Ujungberung,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, (14/01/ 2026.)
Sebagai langkah strategis, Pemkot Bandung akan mengubah peran angkot dari angkutan utama menjadi feeder atau pengumpan, sebagaimana konsep yang telah diterapkan di sejumlah wilayah penyangga.
“Kita akan mengubah konsep angkot menjadi feeder. Model ini sudah diterapkan di wilayah subprovinsi dan akan kita adopsi di seluruh Kota Bandung,” jelasnya.
Perubahan konsep angkot tersebut berdampak langsung pada fungsi terminal tipe C. Farhan menilai, saat ini banyak terminal yang hanya sekadar dilewati angkot, tanpa berfungsi sebagai simpul naik-turun penumpang secara maksimal.
“Sekarang terminal kebanyakan hanya dilewati. Maka fungsinya akan kita dalami, dan jika memang sudah tidak relevan, akan kita alihkan,” katanya.
Salah satu opsi pengalihan fungsi terminal, lanjut Farhan, adalah pemanfaatan sebagai fasilitas pengolahan sampah, seperti yang telah dilakukan di kawasan Ciwastra. Konsep serupa tengah dikaji untuk diterapkan di beberapa terminal lainnya.
“Seperti di Ciwastra, ada terminal yang rencananya dimanfaatkan untuk pengolahan sampah,” ungkapnya.
Kondisi serupa juga terlihat di Terminal Ujungberung, yang saat ini telah beralih fungsi menjadi kios-kios pasar dan ojek pangkalan. Fakta tersebut semakin menegaskan perlunya revitalisasi menyeluruh terhadap terminal serta sistem angkot di Kota Bandung.
“Ujungberung sekarang sudah menjadi kios pasar dan ojek pangkalan. Ini menunjukkan bahwa revitalisasi angkot memang harus dilakukan,” ujar Farhan.
Ia menegaskan, perubahan konsep angkot menjadi feeder merupakan langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi Kota Bandung yang lebih efisien, tertata, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
“Konsep utamanya adalah angkot sebagai feeder. Itu yang paling penting,” pungkasnya.















