TERASJABAR.ID – Belasan calon pengantin di wilayah Kab. Garut menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh pengelola wedding organizer (WO) berinisial AM. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah keluarga pengantin terpaksa mengeluarkan biaya tambahan agar pelaksanaan resepsi pernikahan tetap dapat berlangsung sesuai rencana.
Kasus dugaan penipuan ini terungkap setelah beberapa keluarga calon pengantin mendatangi Polres Garut untuk melaporkan kejadian yang mereka alami. “Ya ada 19 calon pengantin yang merasa dirugikan, hingga saat ini baru tiga korban yang secara resmi membuat laporan polisi. Total kerugian dari ketiga korban tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp160 juta,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin, Rabu (14/1/2026).
AKP Joko menyebut, salah satu korban berinisial MSG mengalami kerugian cukup besar lantaran dana yang telah dibayarkan kepada pihak WO, tidak disalurkan kepada para vendor pernikahan. Ia mengalami kerugian sebesar Rp72.250.000.
Modus operandi yang dilakukan, para korban telah membayarkan uang muka –bahkan ada yang sudah lunas– namun pihak WO tidak membayarkan dana tersebut kepada vendor-vendor yang terlibat.
Akibatnya, korban kembali dihubungi oleh pihak vendor yang mengaku belum menerima pembayaran. Demi kelangsungan acara pernikahan, korban akhirnya terpaksa membayar kembali biaya vendor secara mandiri.
“Terduga pelaku sampai saat ini tidak dapat dihubungi. Selain itu, terdapat beberapa korban lain dengan modus yang sama dan saat ini masih dalam tahap pendalaman serta penyelidikan,” lanjutnya.
AKP Joko menambahkan, dari 19 calon pengantin yang terdata, baru tiga pasangan yang jadwal resepsinya telah terlewati. Sementara 16 calon pengantin lainnya masih menunggu waktu pelaksanaan dan belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
“Yang jelas, Polres Garut telah menerima laporan dugaan tindak pidana penipuan dan saat ini kami lakukan proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini, Polres Garut terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus tersebut. Terduga pelaku wedding organizer berinisial AM diketahui telah menghilang dan diduga menghindari proses hukum.*













