TERASJABAR.ID – Infrared sauna semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Selain memberi sensasi hangat yang nyaman, metode ini dipercaya membantu relaksasi, melancarkan sirkulasi darah, meredakan stres, dan meningkatkan kualitas tidur.
Berbeda dengan sauna konvensional yang memanaskan udara, infrared sauna menggunakan gelombang inframerah untuk menghangatkan tubuh secara langsung.
Karena itu, suhu ruangan terasa lebih rendah, tetapi tubuh tetap berkeringat cukup banyak.
Seiring meningkatnya minat, berbagai klaim manfaat kesehatan turut bermunculan.
Namun, tidak semuanya didukung bukti ilmiah kuat, sehingga penting memahami manfaat dan risikonya sebelum mencoba.
Manfaat infrared sauna antara lain membantu merilekskan otot dan mengurangi pegal, melancarkan peredaran darah, mendukung detoksifikasi ringan melalui keringat, menyehatkan kulit, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, serta membantu metabolisme tubuh.
Meski demikian, sauna tidak dapat menggantikan fungsi organ detoks utama seperti hati dan ginjal, maupun menggantikan olahraga.
Di sisi lain, risiko infrared sauna meliputi dehidrasi, penurunan tekanan darah, iritasi atau luka bakar ringan pada kulit, pusing, mual, detak jantung tidak teratur, hingga risiko heatstroke jika digunakan berlebihan.
Kondisi ini lebih berbahaya bagi ibu hamil, penderita penyakit jantung, tekanan darah rendah, atau gangguan pernapasan.
Agar aman, gunakan infrared sauna dengan bijak. Batasi durasi 15–20 menit, minum air yang cukup, hentikan jika muncul keluhan, dan konsultasikan dengan dokter bila memiliki kondisi medis tertentu.
Infrared sauna sebaiknya dijadikan pelengkap relaksasi, bukan pengganti terapi medis.-***















