TERASJABAR.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana alokasi anggaran yang disiapkan Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.
Anggaran tersebut dirinci untuk tiga provinsi, yakni Rp33,75 triliun bagi Aceh, Rp13,5 triliun untuk Sumatera Barat, serta Rp12 triliun dialokasikan ke Sumatera Utara.
“Alokasi anggaran tersebut mencerminkan keseriusan dan perhatian pemerintah dalam merespons dampak bencana secara komprehensif. Pemulihan tidak boleh setengah-setengah karena menyangkut keselamatan warga, layanan publik, dan keberlanjutan ekonomi di daerah terdampak,” ujar pria yang kerap disapa Kang Aher, sebagaimana ditulis Parlementaria pada Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, proses pemulihan tidak boleh dilakukan setengah hati karena menyangkut keselamatan masyarakat, keberlangsungan layanan publik, serta stabilitas ekonomi daerah terdampak.
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menjelaskan bahwa dana pemulihan akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur penting yang mengalami kerusakan parah.
Infrastruktur tersebut meliputi fasilitas pendidikan, jembatan, layanan kesehatan, kantor desa, serta sarana pemerintahan lainnya yang berperan penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengelolaan anggaran tahun 2026.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian terkait dinilai krusial agar penggunaan dana berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Menurutnya, pemulihan pascabencana memerlukan orkestrasi kebijakan yang solid, bukan pendekatan sektoral semata.
Menutup pernyataannya, Ahmad Heryawan menyambut baik komitmen kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dengan pengawasan yang kuat dan kerja sama yang erat, ia optimistis wilayah terdampak di Pulau Sumatra dapat segera bangkit dan pelayanan publik kembali berfungsi optimal.-***















