TERASJABAR.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi agar lebih berdampak bagi masyarakat dan mendorong daya saing bangsa.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto pada Forum Dialog Risbang Akhir Tahun 2025, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang).
Mendiktisaintek menekankan bahwa penguatan ekosistem riset tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah pusat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh simpul ekosistem.
“Perbaikan ekosistem riset tidak dapat dilakukan dari pusat saja, melainkan harus dibangun bersama oleh seluruh simpul ekosistem: perguruan tinggi, LLDIKTI, industri, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya,” ujarnya, dikutip laman Kemdiktisaintek.
Mendiktisaintek menambahkan, forum ini dirancang sebagai ruang dialog dua arah agar masukan, saran, dan kendala peneliti di lapangan dapat menjadi bahan perbaikan kebijakan secara berkelanjutan.
Mendiktisaintek menegaskan arah besar pembangunan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui Diktisaintek Berdampak. Riset, menurutnya, harus kuat dan berkelas dunia, sekaligus mampu menjawab persoalan nyata dan selaras dengan prioritas nasional.
“Riset kita harus kuat dan berkelas dunia. Kita tidak perlu ragu bersaing dengan riset negara lain. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang solid, capaian ilmiah berkualitas tinggi dapat terus ditingkatkan dan ditularkan ke lebih banyak peneliti,” katanya.
Mendiktisaintek juga menekankan kesinambungan riset hingga tahap hilirisasi. Riset dan hilirisasi, bukan dua hal yang dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan: kuat pada fondasi keilmuan, sekaligus terarah pada pemanfaatan dan nilai tambah.















