TERASJABAR.ID – Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa sistem kesehatan di sejumlah negara Timur Tengah membutuhkan dukungan segera akibat dampak konflik yang terus meningkat.
Lima negara yang menjadi fokus perhatian adalah Lebanon, Iran, Irak, Suriah, dan Yordania.
Menurut Tedros, eskalasi kekerasan selama beberapa pekan terakhir telah memberikan tekanan besar pada layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Banyak fasilitas medis kewalahan dalam menangani lonjakan pasien, terutama korban luka akibat konflik.
Untuk itu, WHO mengajukan kebutuhan dana darurat sebesar 30,3 juta dolar AS guna mendukung penanganan krisis kesehatan yang terjadi.
Permohonan dana ini mencakup periode Maret hingga Agustus 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk menjaga layanan kesehatan dasar tetap berjalan, menyediakan perawatan trauma bagi korban, serta memperkuat sistem pengawasan penyakit dan peringatan dini.
Selain itu, WHO juga berupaya meningkatkan kapasitas penanganan korban dalam jumlah besar serta kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.
Data WHO hingga 31 Maret menunjukkan bahwa konflik di kawasan tersebut telah memaksa lebih dari 4 juta orang mengungsi.
Sementara itu, jumlah korban tewas telah melampaui 3.300 jiwa, dengan sekitar 30.000 orang lainnya mengalami luka-luka, menambah beban berat bagi sistem kesehatan di kawasan tersebut.-***
















