TERASJABAR.ID – Makanan manis yang tinggi gula mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan kerap dikonsumsi tanpa disadari jumlahnya.
Kebiasaan ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan, mulai dari peningkatan berat badan hingga memicu berbagai penyakit kronis.
Gula dalam makanan berasal dari dua sumber, yaitu gula alami dan gula tambahan.
Gula alami biasanya terdapat pada buah dan produk susu, seperti fruktosa dan laktosa.
Sementara itu, gula tambahan sering dimasukkan saat proses pengolahan, misalnya sukrosa, dekstrosa, atau maltodekstrin, untuk menambah rasa manis, memperbaiki tekstur, serta memperpanjang masa simpan produk.
Berbagai makanan yang tergolong tinggi gula antara lain camilan manis seperti donat, kue, biskuit, permen, dan wafer yang umumnya rendah serat sehingga tidak memberi rasa kenyang lama.
Sereal sarapan tertentu, terutama yang beraroma cokelat atau buah, juga kerap mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Selain itu, makanan olahan seperti saus, kecap manis, roti tawar, nugget, dan sosis sering menyimpan gula tersembunyi yang menambah asupan harian tanpa disadari.
Fast food dan jajanan tradisional pun tak luput dari kandungan gula, baik dari saus, bumbu, maupun sirup.
Ditambah lagi minuman manis seperti soda, minuman boba, kopi kekinian, dan jus kemasan yang dapat meningkatkan asupan gula dengan cepat.
Meski gula dibutuhkan sebagai sumber energi, konsumsi berlebihan akan disimpan sebagai lemak dan berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta kerusakan gigi.
Oleh karena itu, penting membatasi asupan gula dengan membaca label kemasan, mengganti camilan manis dengan buah, memasak sendiri, dan mengurangi minuman manis agar kesehatan tetap terjaga.-***
















