TERASJABAR.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian yang masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana, khususnya penyakit campak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan yang terintegrasi. Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan.
Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan diare.
“Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Menkes dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut campak,” ucap Budi, dikutip laman Kemenkes.
Ia menjelaskan, campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, sehingga berisiko menimbulkan wabah di lingkungan pengungsian yang padat.
Saat ini, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak. Deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada anak-anak.
















