TERASJABAR.ID – Kafein ternyata tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga ada pada berbagai minuman yang kerap dikonsumsi anak, seperti teh, cokelat, susu cokelat, soda, hingga es krim rasa kopi.
Jika dikonsumsi berlebihan, zat ini dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan anak, sehingga orang tua perlu lebih cermat dalam mengawasi asupan minuman Si Kecil.
Kafein bekerja sebagai stimulan yang merangsang sistem saraf pusat.
Dalam jumlah kecil, kafein memang bisa membuat anak lebih aktif dan berenergi.
Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kafein justru berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak, sehingga konsumsinya sebaiknya dibatasi.
Beberapa minuman yang umum dikonsumsi anak mengandung kafein dalam jumlah bervariasi.
Misalnya, kopi instan, teh, minuman bersoda, hingga cokelat panas.
Meski belum ada standar pasti, para ahli menyarankan batas konsumsi harian kafein sekitar 45 mg untuk anak usia 4–6 tahun, 63 mg untuk usia 7–9 tahun, dan 85 mg untuk usia 10–12 tahun.
Kelebihan kafein dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti sakit perut, sakit kepala, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, gelisah, serta peningkatan detak jantung.
Selain itu, konsumsi berlebih juga dapat menghambat pertumbuhan tulang karena mengganggu penyerapan kalsium.
Tak hanya itu, minuman berkafein yang manis berisiko meningkatkan berat badan hingga obesitas, memicu perubahan perilaku seperti hiperaktif dan mudah cemas, serta meningkatkan risiko gigi berlubang.
Pada anak dengan gangguan jantung, kafein juga dapat memperburuk kondisi.
Karena berbagai risiko tersebut, orang tua disarankan membatasi bahkan menghindari konsumsi kafein pada anak.
Sebagai alternatif, biasakan anak mengonsumsi air putih, susu, atau jus buah segar tanpa tambahan gula.
Jika anak sulit berhenti atau mengalami keluhan setelah mengonsumsi kafein, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.-***
















