TERASJABAR.ID – Pemukiman penduduk di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon kembali dikepung banjir. Bahkan jalur jalan pantura pun ikut tergenang air, menyusul hujan deras dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam hari, Selasa (6/1/2026). Sejumlah sungai di Kec. Harjamukti, Kota Cirebon dan Kec. Mundu, Kabupaten Cirebon, meluap.
Luapan air tersebut diduga berasal dari banjir kiriman di Kab. Kuningan yang mengalami hujan deras sejak siang hingga sore hari. Ditambah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kota dan Kab. Cirebon.
Berdasarkan update data sungai yang meluap, di antaranya, Sungai Kali Lunyu di Argasunya, Kali Pacit di Kalijaga dan Sungai Cikenis yang bermuara di wilayah pesisir.
Akibat luapan sungai pemukiman penduduk terendam banjir hingga membuat warga panik. Salah satu perumahan terdampak banjir, yakni Montana Village, Kel. Kalijaga, Kec. Harjamukti, Kawasan Kalijaga Pesantren, RT 07 RW 15 Kalijaga dan Perumahan Grand Metro Kalijaga. Berikutnya perumahan yang terendam adalah Perumahan Lobunta, Puri Indah dan Grand Pamengkang, wilayah Kec. Mundu.
Terpantau Ketinggian air akibat banjir bervariasi, dari 20 cm hingga satu meter. Warga yang terdampak banjir terpaksa mengungsi mencari lokasi yang aman dari banjir.
Menurut Umbara salah seorang warga Mundu, Wilayah tersebut menjadi langganan banjir saat musim hujan. Mengingat berada di pinggir sungai besar sementara tanggul penahan air jebol. Akibatnya, pemukiman warga digenangi air hingga masuk ke dalam rumah.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan terjun langsung ke lokasi bersama anggota TNI/Polri dan BPBD untuk memberi bantuan logistik dan mengevakuasi dengan menggunakan perahu karet. Akibat banjir ini dikabarkan tidak ada korban jiwa.*
















