Namun demikian, Wamenkop mengapresiasi antusiasme tersebut sebagai bentuk perhatian yang tinggi dari masyarakat terhadap pembangunan KDKMP.
“Kami terbuka dengan masukan dan kritik, mari bersama-sama kita sukseskan KDKMP agar benar-benar sesuai tujuan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan tidak ada peresmian Kopdes di Desa Ngraseh, Dander, Bojonegoro.
“Itu bukan launching, tapi tonggak progress yang disyukuri karena bangunannya sudah selesai. Di Jatim ada 774 yang sudah selesai pembangunannya dan sudah berjalan 64% untuk progress operasionalisasi. Wajar, bangun rumah saja, atapnya selesai sudah tumpengan,” kata Emil.
Menurutnya, perhatian publik terhadap progres pembangunan KDKMP menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar program ini benar-benar memberi manfaat secara berkelanjutan.
Menurut Emil, atensi dari masyarakat juga terbukti dengan adanya minat menjadi anggota koperasi dari penerima Bansos Kemensos.
Masuknya penerima bansos sebagai anggota Kopdes untuk memberdayakan mereka karena langsung punya usaha. Tujuan akhirnya berdaya selamanya, bansos cuma sementara.
Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur Endy Alim juga mengatakan untuk operasional KDKMP perlu lebih dulu proses serah terima bangunan dan kelengkapannya.
Saat ini ada 997 koperasi yang sudah beroperasi di Jawa Timur tapi masih di bangunan yang lama. Setelah ada serah terima akan dipindahkan ke gedung baru yang telah dibangun.***










