TERASJABAR.ID – Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., menyarankan agar umat Muslim Jabar yang mampu, bersegera mendaftarkan diri untuk naik haji. Karena walaupun jumlah penduduk Jabar jauh lebih banyak ketimbang Jatim dan Jateng, daftar tunggu calon jemaah haji Jabar lebih sedikit.
“Daftar tunggu atau waiting list calon jemaah haji asal Jabar hingga akhir tahun lalu mencapai sekitar 850 ribu orang. Sedangkan Jateng dan Jatim itu sudah di atas 1 juta,” kata H. Untung, ketika dimintai tanggapannya oleh media, Jumat (16/1/2026).
“Memang estimasi waktu tunggunya sama, sekitar 26,4 tahun. Namun karena jumlah daftar tunggu kita lebih sedikit, kuota haji Jabar pun dikurangi. Karena itu, saya berharap umat Muslim Jabar segera mendaftarkan diri jika sudah diberi kemampuan,” tambah legislator Partai Golkar asal dapil Sumedang-Majalengka-Subang ini.
Menurut Untung, lebih kecilnya jumlah pendaftar haji asal Jabar banyak disebabkan mereka lebih memilih untuk umroh. “Karena mendapatkan informasi bahwa untuk pergi haji perlu waktu lama, mereka jadi merasa cukup puas dengan umroh. Padahal sebaiknya daftar haji aja dulu, sambil umroh pun silakan tetap dijalankan,” tegas Sekretaris Depidar SOKSI Jabar ini.
Boleh jadi, lanjutnya, sikap ini banyak dibentuk oleh biro perjalanan umroh/haji yang memengaruhi umat Muslim untuk cukup dengan umroh. “Mereka kan bisnis, jadi wajar mendorong umat untuk sesering mungkin umroh. Jadi umat terlena untuk mendaftar haji, karena belum apa-apa sudah reuwas dengan daftar tunggu puluhan tahun,” kata H. Untung.
“Padahal, kalau saja umat Islam Jabar mendaftar di usia 30an, ya bersabar saja nanti di usia matang sekitar 55 tahun, bisa berangkat haji. Ketimbang takut dengan waktu tunggu sambil tak mendaftarkan diri. Lagi pula ada harapan waktu tunggu semakin pendek dengan penambahan jumlah kuota atau kebijakan Arab Saudi yang mungkin menguntungkan jemaah Indonesia dan Jabar pada khususnya,” pungkasnya.*












