TERASJABAR.ID – Visual snow syndrome merupakan gangguan penglihatan yang jarang terjadi, ditandai dengan munculnya titik-titik kecil menyerupai butiran salju yang terus terlihat di seluruh bidang pandang.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup bila tidak ditangani dengan tepat.
Berbeda dari gangguan mata pada umumnya seperti rabun, katarak, atau astigmatisme, visual snow syndrome tetap muncul meski hasil pemeriksaan fisik mata normal.
Kondisi ini bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa, dengan keluhan yang bersifat menetap atau muncul mendadak.
Gejala utama berupa titik-titik kecil yang tampak bergerak tanpa henti, baik saat mata terbuka maupun tertutup.
Gangguan ini berlangsung sepanjang hari dan tidak menghilang meski mata diistirahatkan.
Gejala biasanya lebih terasa di ruangan gelap atau saat melihat permukaan polos dan terang.
Selain itu, penderita dapat mengalami keluhan lain seperti lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya, bayangan objek berulang, sensitif terhadap cahaya, telinga berdenging, sulit tidur, migrain dengan aura, pusing, hingga mual.
Penyebab pasti visual snow syndrome belum diketahui.
Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan aktivitas listrik otak yang tidak normal pada area penglihatan, riwayat migrain, penggunaan obat tertentu, paparan zat psikoaktif, serta cedera kepala berat.
Penting dipahami bahwa gangguan ini bukan disebabkan kelainan struktur mata.
Hingga kini belum ada terapi yang benar-benar menyembuhkan visual snow syndrome.
Penanganan difokuskan pada pengendalian gejala, seperti menghindari pemicu, menggunakan kacamata filter khusus, menjalani terapi psikologis, menjaga kualitas tidur, menghindari alkohol dan narkoba, serta melakukan teknik relaksasi.
Dengan penyesuaian yang tepat, banyak penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Jika keluhan dirasakan mengganggu, konsultasi ke dokter sangat dianjurkan.-***
















