TERASJABAR.ID – Viral video di media sosial memperlihatkan seorang ibu dan anak yang sedang membeli sesuatu di warung, tetapi sang ibu disebut memberikan kode kepada anaknya untuk mencuri gas LPG.
Video viral di media sosial tersebut berdurasi 53 detik yang berhasil terekam kamera pengawas ata CCTV, dalam video terlihat seorang ibu yang sedang berada di depan warung diduga memberikan kode kepada anaknya agar mengambil dua tabung gas LPG 3 kg.
Sang ibu nampak memberikan kode dengan menggerak-gerakan kakinya dan juga tangannya ke belakang.
Kemudian setelah memahami kode tersebut si anak perempuan langsung mengambl dua tabung gas dan bergegas pergi dari lokasi.
Video ini pertama kali diunggah dengan keterangan berbunyi, “Ibu kasih kode agar anaknya ambil tabung gas elpiji.” Tidak lama setelah dibagikan, video ini menjadi viral dan mengundang perhatian luas di media sosial.
Tentu video tersebut menuai berbagai reaksi dari warganet, karena sang ibu mengajarkan hal yang tak baik kepada sang anak, apalagi anaknya tersebut merupakan seorang perempuan.
- Heroik, Selamatkan Siswa, Penjaga Sekolah SMAN 1 Banjaran Hilang Ditelan Arus Sungai Ciherang
- Marak Praktik Penipuan Layanan Calon Jamaah Haji
- Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan
- Jelang Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat, Mensos Ingatkan Anti Titipan
- Penjangkauan Siswa Baru Sekolah Rakyat Segera Dimulai, Ini Penjelasan Mensos
“Ibu ajarin anaknya gak bener tuh” kata netizen.
“Parah ibu ini didik anaknya jadi maling” timpal netizen lainnya.
“Yah bu viral deh” sahut netizen lagi.
Mayoritas netizen mengecam aksi yang terekam dalam rekaman CCTV tersebut, terutama karena melibatkan seorang anak kecil dalam dugaan pencurian.
Banyak yang menyayangkan perilaku tersebut dan menilai bahwa tindakan ini memberikan contoh buruk bagi sang anak.
Video dugaan pencurian tabung gas 3 kg ini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial. Publik menyoroti peran orang tua dalam mendidik anak serta dampak dari tindakan yang kurang terpuji. Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut atas kejadian ini.















