TERASJABAR.ID – Seorang bocah laki-laki berinisial Z (8), diduga menjadi korban perundungan saat melaksanakan salat tarawih di salah satu masjid di kawasan Ujungberung, Kota Bandung. Peristiwa yang terjadi 26 Februari 2026 itu kini tengah ditindaklanjuti pihak kepolisian setelah videonya viral dan beredar luas.
Orang tua korban, Dian Rohimat (45), mengatakan, awalnya ia tidak mengetahui kejadian yang dialami anaknya. Ia justru mengetahui peristiwa tersebut dari tetangga setelah video kejadian tersebar. Menurutnya, pada malam kejadian ia hanya menyuruh anaknya pergi salat tarawih seperti biasa. Ia tidak menyangka anaknya mengalami perundungan di masjid tersebut.
“Awalnya anak saya saya suruh salat tarawih. Kejadiannya tanggal 26 Februari. Saya tahu justru dari tetangga karena videonya sudah viral, bukan dari anak saya langsung,” kata Dian, Senin (9/3/2026).
Dikatakan Dian, anaknya baru menceritakan kejadian yang dialaminya pada 6 Maret 2026 setelah ia menanyakan langsung terkait video tersebut.
Setelah mengetahui kejadian itu, ia berusaha menyelesaikannya masalah secara kekeluargaan dengan memediasi pihak-pihak yang diduga terlibat melalui RT dan RW setempat.
Sayang, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. “Mediasi sudah dilakukan dengan RT dan RW, tapi nihil. Saya berpikir mungkin harus diviralkan dulu baru ada perhatian,” katanya.
Dian menambahkan, anak-anak yang diduga terlibat memiliki usia yang beragam. Ada yang seusia dengan korban, namun ada juga yang lebih tua. “Ada yang seusia, tapi ada juga yang lebih dewasa. Bahkan ada yang sudah kelas 6 SD. Anak saya sendiri sekarang kelas 2 SD,” ungkapnya.
Dian pun mengatakan, dugaan perundungan terhadap anaknya sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut anaknya kerap menjadi sasaran sejak keluarganya pindah ke lingkungan tersebut sekitar tiga tahun lalu. Namun sebelumnya keluarga kesulitan melaporkan karena tidak memiliki bukti.
“Saat ini dilaporkan kembali karena ada videonya. Kalau sebelumnya tidak ada bukti. Kadang setelah kejadian anak-anak itu main lagi seperti biasa,” ujarnya.
Akibat kejadian terakhir, korban mengalami memar di beberapa bagian tubuh dan mengeluhkan sakit pada kakinya. Selain itu, anaknya juga disebut mengalami trauma. Dian mengungkapkan juga, anaknya kini sudah tak mau salat di masjid tersebut dan cenderung menutup diri.
“Sekarang anak saya tidak mau lagi ke masjid itu. Dia juga jadi agak menutup diri. Kadang kalau main keluar, kalau ketemu anak-anak lain langsung lari pulang,” ujarnya.
Dian pun berencana melaporkan dugaan perundungan tersebut ke pihak kepolisian. “Ya, rencananya besok saya akan membuat laporan ke Polsek Ujungberung,” pungkas Dian.*















