TERASJABAR.ID – Warga Gorontalo dibuat heboh dengan kemunculan Fenomena Hujan Jelly yang dibagikan oleh warga pada, Sabtu (15/2/2025).
Fenomena hujan jelly ini disebut terjadi Desa Leayo, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo sekitar pukul 20.00 WITA.
Fenomena hujan jelly ini pertama kali diberitakan oleh seorang warga Gorontalo bernama Ewan dan dibagikan lewat siaran live facebook.
Ewan, salah seorang warga yang tinggal di Leayo, mengungkapkan bahwa dia awalnya merasa penasaran setelah menyaksikan hujan yang tampaknya berbeda dari biasanya.
Menurutnya, jalanan di depan rumahnya dipenuhi dengan partikel mirip jelly, yang akhirnya membuatnya mengambil beberapa di antaranya dan menampungnya dalam ember.
Fenomena hujan jelly yang terjadi kali pertama di Gorontalo Utara ini langsung menarik perhatian warga yang melihatnya.
- Relawan TCK Kemenkes dan IDAI Banda Aceh Layani Kesehatan Anak Pascabencana
- Dukungan Publik Menguat, Menkop Apresiasi Hasil Survei Terkait Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Gandeng Lintas K/L Percepat Pembangunan Gerai Fisik Kopdes Merah Putih
- Barcelona Batal Gelar Konferensi Pers Joao Cancelo, Ini Alasannya
- Perkuat Industri Semikonduktor, Kemenperin Konsisten Bangun Ekosistem Chip Design Nasional Sejak Tahun 2023
Warga yang melihat kejadian tersebut mengaku terkejut dengan munculnya fenomena langka ini, yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.
Namun fenomena hujan jelly ini dijelaskan langsung oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Gorontalo, Cucu Kusmayancu, menjelaskan bahwa fenomena hujan jelly sebenarnya bukanlah kejadian yang luar biasa, melainkan akibat dari beberapa faktor.
Menurut Cucu, ada tiga faktor utama yang dapat menjelaskan mengapa hujan jelly terjadi di Gorontalo Utara, yakni proses biologis, fenomena meteorologi, dan pencemaran atau limbah.
Cucu mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama hujan jelly adalah hewan laut kecil seperti ubur-ubur dan plankton. Hewan-hewan ini terangkat ke atmosfer oleh badai atau angin kencang. Partikel gelatin dari organisme laut tersebut kemudian bisa jatuh bersamaan dengan hujan.














