TERASJABAR.ID – Edwin van der Sar mengaku heran melihat perjalanan naik-turun Andre Onana di Manchester United.
Saat masih menjabat CEO Ajax, ia mengikuti perkembangan Onana sejak menjadi kiper ketiga hingga dipercaya sebagai pilihan utama.
Van der Sar menilai kualitas Onana, –refleks cepat, kemampuan distribusi bola, dan keberanian bermain tinggi– seharusnya cukup untuk sukses di Old Trafford, apalagi setelah tampil impresif bersama Inter Milan dan mencapai final Liga Champions.
Namun, kenyataannya berbeda. Sejumlah kesalahan krusial merusak kepercayaan publik dan memperbesar tekanan di klub yang haus stabilitas.
Van der Sar menilai konteks di United, –seringnya pergantian pelatih, rotasi lini belakang, dan performa tim yang fluktuatif– membuat adaptasi kiper baru menjadi jauh lebih sulit.
Dalam lingkungan dengan ekspektasi tinggi dan minim kontinuitas, margin kesalahan bagi penjaga gawang sangat tipis.
Ia tetap yakin Onana punya kualitas besar, tetapi situasi di United tidak mendukung konsolidasi performanya.
Kini, Onana mencoba memulai ulang lewat masa pinjaman di Trabzonspor, meski performanya di Turki masih belum konsisten.
Sementara itu, United mulai membangun babak baru dengan kehadiran Senne Lammens di bawah mistar.
Bagi Van der Sar, kegagalan Onana di Manchester lebih dipengaruhi situasi klub ketimbang kurangnya bakat sang kiper.-***

















