TERASJABAR.ID – Urban farming adalah aktivitas menanam sayuran, buah, atau tanaman lain di lingkungan perkotaan, baik di halaman rumah maupun dalam pot di dalam rumah.
Di tengah kehidupan kota yang padat dan serba cepat, urban farming menjadi cara praktis memperoleh bahan pangan segar sekaligus mendukung kesehatan fisik dan mental.
Kegiatan ini biasanya memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan rumah atau lahan kosong.
Urban farming bisa dilakukan melalui beragam metode sesuai ruang yang tersedia.
Selain menanam sayur, buah, tanaman herbal, jamur, atau tanaman hias, Anda bisa memanfaatkan pot, polybag, atau wadah bekas.
Metode populer termasuk hidroponik, yakni menanam menggunakan larutan nutrisi tanpa tanah, serta pertanian vertikal yang menempatkan tanaman secara bertingkat di rak, pipa, atau dinding untuk memaksimalkan ruang sempit seperti balkon atau teras.
Selain itu, urban farming bisa dikombinasikan dengan budidaya ikan melalui sistem akuaponik atau beternak hewan kecil, selama tetap memperhatikan kebersihan dan regulasi lingkungan.
Manfaat Urban Farming
Urban farming memberi banyak manfaat. Pertama, membantu memenuhi asupan nutrisi karena produk yang dihasilkan lebih segar, bergizi, dan bebas pestisida.
Kedua, mendorong konsumsi buah dan sayuran segar secara rutin, yang meningkatkan kesehatan tubuh dan daya tahan.
Ketiga, aktivitas ini melatih fisik, menurunkan stres, dan mengembalikan koneksi dengan alam.
Keempat, urban farming memperbaiki lingkungan, menciptakan lahan hijau, serta mengurangi panas dan polusi udara.
Untuk tetap aman, gunakan sarung tangan dan cuci tangan setelah berkebun.
Urban farming cocok dilakukan di rumah, dan bagi mereka dengan kondisi kesehatan khusus, konsultasi medis dianjurkan sebelum memulai kegiatan ini.
Urban farming bukan hanya tren, tetapi juga investasi untuk kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup di perkotaan.-***















