TERASJABAR.ID – Real Madrid dan Vinícius Júnior kembali menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir menyusul dugaan kasus pelecehan rasial yang melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni.
Insiden tersebut terjadi pada leg pertama babak play-off Liga Champions di markas Benfica. UEFA kini tengah menyelidiki kasus tersebut secara resmi.
Prestianni telah dijatuhi skorsing sementara sehingga absen pada leg kedua.
Namun, baik dirinya maupun pihak klub membantah tudingan bahwa ia melontarkan ujaran rasial kepada Vinícius.
Minimnya bukti audio dari percakapan di lapangan membuat pembuktian menjadi rumit.
Terlebih, Prestianni terlihat menutup mulut saat berbicara, sehingga pembacaan gerak bibir pun tak dapat dijadikan rujukan.
Situasi ini mendorong FIFA dan IFAB mengambil langkah tegas.
Keduanya sepakat melarang pemain menutupi mulut dengan tangan, jersey, atau benda lain saat berbicara dengan lawan.
Aturan yang secara informal dijuluki “hukum Vinícius” itu direncanakan rampung sebelum Piala Dunia mendatang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen FIFA memerangi rasisme di sepak bola.
Real Madrid pun diyakini menyambut baik kebijakan baru ini sebagai bentuk dukungan terhadap Vinícius di tengah proses investigasi yang masih berjalan.-***
















