TERASJABAR.ID – Dua orang dilaporkan meninggal tewas akibat tertimbun tanah galian di sebuah bangunan bekas penggilingan padi di Jalan Sindang Barang, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026) malam. Kedua korban diketahui konon katanya tengah melakukan pencarian harta karun.
Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri membenarkan peristiwa tersebut.
Yusuf mengatakan, korban tewas yakni Nijar (26), warga Antapani, dan Rika Y (39), warga Batununggal, Kota Bandung. “Benar, dua orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah galian di bangunan bekas penggilingan padi,” kata Yusuf saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Yusuf menjelaskan bahwa sekitar satu bulan sebelum kejadian, kedua korban diduga sempat menjalani ritual pencarian harta karun. Ritual tersebut dibimbing oleh seorang perempuan berinisial F.
Perempuan tersebut kemudian mengarahkan korban untuk menggali beberapa titik di sekitar lokasi bekas penggilingan padi yang diyakini menyimpan harta karun.
“Menurut keterangan, F menyebutkan bahwa di sekitar lokasi itu terdapat harta karun berupa satu peti,” ujar Yusuf.
Tragedi terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Nijar dan Rika Y kembali mendatangi lokasi untuk mengecek salah satu lubang galian. Namun nahas, keduanya diduga terpeleset ke dalam lubang dan tertimbun longsoran tanah galian.
“Kedua korban masuk ke dalam galian, kemudian kepleset dan tertimpa tanah,” jelas Yusuf.
Istri Nijar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. Proses evakuasi pun dilakukan hingga Kamis dini hari.
Kedua korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.50 WIB dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Saat ini, pihak kepolisian tengah memeriksa perempuan berinisial F guna mendalami perannya dalam peristiwa tersebut.
Polisi juga masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus ini.
“Masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan,” kata Yusuf.


















