TERASJABAR.ID – Insiden penembakan yang menewaskan kru pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, memicu keprihatinan mendalam mengenai keamanan penerbangan di Papua Selatan.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menegaskan bahwa peristiwa tragis ini mengungkap celah serius dalam sistem deteksi dini dan pengamanan objek vital di wilayah tersebut.
Mengingat bandara adalah urat nadi aktivitas masyarakat, Syamsu memperingatkan bahwa kondisi tidak aman dapat memicu dampak domino yang merugikan.
Gangguan keamanan tidak hanya menyebabkan pembatalan kunjungan atau acara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara yang krusial bagi konektivitas di Papua.
Guna mengatasi persoalan ini, legislator dari Fraksi PKB tersebut mengusulkan langkah-langkah strategis berikut:
Penyusunan SOP Khusus:
Diperlukan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang spesifik untuk pengamanan bandara dan operasional penerbangan di wilayah rawan konflik.
Sinergi Aparat:
Menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara TNI, Kepolisian, dan pihak pengelola bandara guna menciptakan sistem perlindungan yang solid.
Uniformitas Standar:
Memastikan seluruh bandara di Papua memiliki standar keamanan tinggi yang seragam tanpa terkecuali.
Langkah preventif ini dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan awak pesawat dan penumpang, sekaligus menjaga stabilitas wilayah serta memulihkan keyakinan publik terhadap keamanan transportasi udara di tanah Papua.-***
















