TERASJABAR.ID – Fase phallic merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan psikologis anak, yang biasanya terjadi pada usia 3–6 tahun.
Pada periode ini, anak mulai menyadari tubuhnya sendiri dan perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Memahami fase ini penting agar orang tua dan pendidik dapat mendampingi anak dengan bijak dan empati.
Ciri-Ciri Fase Phallic
Anak pada fase phallic sering menunjukkan rasa ingin tahu terhadap tubuhnya dan orang lain.
Mereka bertanya tentang perbedaan jenis kelamin, meniru perilaku orang dewasa yang sejenis dengan dirinya, serta mulai mencari perhatian dari orang tua lawan jenis.
Kadang anak juga suka memegang atau menunjukkan bagian tubuhnya dan mengajukan pertanyaan yang dianggap sensitif.
Semua ini merupakan bagian alami dari proses pembentukan identitas dan kepercayaan diri.
Tips Menyikapi Fase Phallic
Orang tua sebaiknya menghadapi rasa ingin tahu anak dengan tenang dan terbuka.
Memberikan jawaban sederhana sesuai usia anak membantu mereka belajar tanpa takut atau bingung.
Lingkungan penuh kasih sayang sangat penting agar anak merasa dihargai dan percaya diri.
Selain itu, orang tua perlu mengenalkan konsep batasan dan privasi tubuh secara sederhana, sehingga anak belajar menjaga diri tanpa merasa malu.
Fase phallic bukanlah masalah medis dan tidak berbahaya, melainkan bagian normal dari perkembangan anak.
Namun, jika anak menunjukkan perilaku berlebihan atau terlalu fokus pada organ tubuhnya, konsultasi dengan psikolog anak disarankan.
Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat melewati fase ini dengan aman, nyaman, dan tetap percaya diri.-***
















