DossGuava XR Studio tercatat sebagai salah satu pionir di Indonesia dalam pemanfaatan game engine Unreal Engine untuk produksi audiovisual, yang memungkinkan integrasi live action, CGI, dan virtual set secara real-time.
Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menyebut pendekatan teknologi ini sebagai sesuatu yang relatif baru dalam produksi film di Tanah Air.
Menurutnya, proses pembuatan film ini mengombinasikan animasi berbasis motion capture dengan game engine, visual effects (VFX), serta teknologi XR.
“Hal lain yang menjadi pembeda mungkin gini, dari segi kreatif ya, saya tuh mencoba mendevelop film ini dari awal dengan pendekatan pertama pendekatan IP artinya dalam pembuatan film kita pikirin ekosistem IP-nya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan cerita dan desain dunia dilakukan untuk jangka panjang.
“Dari segi desain, universe yang kita bangun, memang kita bangun tidak hanya untuk satu film, tapi juga IP. Harapannya ini panjang dan kita sudah punya rencana jangka pendek, menengah, panjang mengenai universe Pelangi di Mars ini dengan pendekatan bertutur dunia anak saat ini,” lanjutnya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut sejumlah perwakilan industri dan mitra strategis, antara lain Produser Pelangi di Mars sekaligus Founder & CEO Mahakarya Dendi Reynando, VP Investments Danantara Davin Irnevanda, SVP Corporate Affairs Sinarmas Land Panji Himawan, VP of Production Mahakarya Dian Fernando, VP of Marketing & Partnership Mahakarya Ainu Rofiq, Direktur DossGuava XR Studio Riyalta Rali Putra, serta Assistant VP Investment Della Pidanti Nareswari.
Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Firmansyah, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik Renanda Bachtar, serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.***
















