TERASJABAR.ID – Pepen Supendi (58) yang tertimbun longsor saat menerjang dua rumah di Dusun Ciranggon RT 01 RW 07, Desa Mekar Rahayu, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, Rabu (8/4/2026) malam, hingga saat ini belum ditemukan.
Tim SAR gabungan bersama puluhan warga melanjutkan upaya pencarian korban longsor, pada Kamis (9/4/2026) sejak pagi. Pencarian menggunakan peralatan manual karena keterbatasan akses. Kendala saat pencarian terkait medan dan potensi longsor susulan.
Saat terjangan longsor di kampung tersebut, 2 rumah tertimpa dan 4 penghuni rumah tertimbun. Keempat korban tersebut, 3 berhasil diselamatkan dan 1 korban yakni Pepen Supendi, pemilik rumah, masih dicari.
Komandan Rescue Kantor SAR Bandung Idham Pratama mengatakan, pencarian dilakukan tanpa alat berat akibat kondisi medan yang sempit dan berisiko.
“Kendala hari ini, peralatan yang digunakan masih manual, tidak bisa memakai alat berat, dan kemungkinan adanya longsor susulan. Namun kami tetap bekerja dengan memperhatikan keselamatan,” ujarnya.
Sebanyak tujuh personel Basarnas, kata Idham, diterjunkan bersama aparat setempat dan puluhan relawan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Tim juga melakukan modifikasi aliran air di atas titik longsor untuk memastikan keamanan area kerja selama proses pencarian berlangsung.
“Sebelum melakukan pencarian, kami pastikan area kerja aman, termasuk aliran air yang sudah dimodifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyatakan, seluruh unsur SAR terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian korban. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk BPBD dan potensi SAR di lapangan, agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Ade Dian menjelaskan, korban tertimbun saat sedang tidur ketika longsor terjadi pada Rabu (8/4/2026) malam. “Korban ini sedang tidur saat longsor terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara istri dan anaknya bisa selamat,” ujarnya.
Material longsor berupa tanah dan bambu menimbun area hingga ketinggian sekitar 20 meter, sementara akses jalan yang sempit menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.*

















