TERASJABAR.ID – Tiga atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Kab. Kuningan berhasil meraih medali emas pada event ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand, yang berlangsung pada 20-26 Januari 2026.
Kabar gembira dan membanggakan ini disampaikan Bupati Dian Rachmat Yanuar. Ketiga atlet Kuningan ini mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.
Kontingen Indonesia pada event ASEAN Para Games 2026 tersebut tampil sebagai Runner-up dibawah tuan rumah Thailand dari 10 negara Asia Tenggara.
Dari prestasi ini, Kabm Kuningan berkonstribusi menyumbangkan empat medali emas untuk Indonesia.
Ketiga atlet NPCI asal Kuningan tersebut adalah:
– Dheva Anrimusthi (para bulu tangkis)
– Hilman Wilastra (para angkat berat/powerlifting)
– Insan Nurhaida (para atletik)
– Dheva Anrimusthi (bulu tangkis SU5)
Atlet para bulu tangkis kelas SU5, Dheva Anrimusthi, tampil sebagai bintang utama. Ia menyapu bersih dua medali emas. Pada final tunggal putra SU5, Dheva menundukkan rival beratnya asal Malaysia, Cheah Liek Hou, dengan skor 21-19, 21-15. Kemenangan ini menegaskan dominasi Dheva di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mematahkan rivalitas panjang yang selama ini mewarnai panggung internasional.
Sementara itu, Hilman Wilastra, atlet para angkat berat kelas 54 kg putra, mempersembahkan emas lewat angkatan terbaik 167 kilogram. Angkatan tersebut setara lebih dari tiga kali berat badannya, dan tak mampu disaingi atlet-atlet dari Vietnam, Filipina, maupun Timor Leste.
Keberhasilan Hilman menjadi bukti efektivitas pembinaan kekuatan dan manajemen berat badan yang dijalaninya selama pemusatan latihan nasional.
Medali emas keempat disumbangkan oleh Insan Nurhaida dari cabang para atletik nomor lari 400 meter putri klasifikasi T36. Insan tampil dominan dan mampu menjaga stabilitas lari hingga garis finis, mengungguli pesaing-pesaingnya di nomor yang dikenal sangat menguras fisik tersebut.
Sementara itu, Wibawa Gumbira, Kabag Umum Sekretariat DPRD Kuningan selaku Ketua NPCI Kuningan, mengatakan, prestasi ini menjadi bukti pembinaan atlet berbasis daerah mampu menghasilkan prestasi internasional.
“Dengan keterbatasan sumber daya, kami fokus pada pembinaan atlet potensial. Hasil di Thailand ini menunjukkan strategi tersebut berjalan efektif,” ujar Wibawa, Selasa (27/1/2026).
Prestasi ASEAN Para Games 2026 ini sekaligus menjadi modal penting bagi Kab. Kuningan dalam menatap agenda pembinaan dan kompetisi olahraga disabilitas berikutnya, termasuk Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026.
Dengan torehan empat emas dari tiga atlet, Kabupaten Kuningan tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengangkat prestasi Indonesia pada ajang olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara.*











