Polresta Bandung telah menangkap total 21 anggota Brigez sejak insiden tersebut, termasuk 10 orang yang berhasil diamankan di Kabupaten Garut setelah berupaya melarikan diri.
Dari jumlah tersebut, lima dianggap sebagai pelaku utama dan sedang dalam proses penetapan status tersangka.
Polisi juga menggeledah empat lokasi yang diduga sebagai markas Brigez, termasuk di Cimaung, Soreang, Katapang, dan Baleendah, di mana ditemukan barang bukti seperti celurit dan pelat nomor kendaraan yang diduga digunakan saat kejadian.
- 5 Kg Hanya Rp 60.000! Warga Cibeunying Kidul Antusias Ikut Program Beras Murah
- YOGYA MEMBARA! Sri Sultan Hamengku Buwono X Turun Langsung Redakan Aksi di Mapolda DIY
- Biaya Siluman dan Pungutan Ilegal, Faktor yang Membuat Upah Buruh Tak Kunjung Naik
- Corong Jabar Ingatkan Anggota DPR-DPRD, Bupati dan Walikota Jangan Arogan
- Tragedi DPRD Makassar: Massa Bakar Gedung, Tiga Orang Meninggal Dunia
Kombes Aldi menambahkan bahwa motif saling ejek masih dalam pendalaman, termasuk hubungan antara korban dan pelaku, serta penggunaan senjata tajam yang dibawa pelaku.
“Proses hukum dan fakta-fakta masih kita bangun berdasarkan keterangan saksi-saksi agar perkara ini menjadi terang,” jelasnya. Satu tersangka berinisial DK telah ditahan sejak 17 Maret 2025, hanya tiga jam setelah kejadian, dan polisi masih memburu pelaku lain, termasuk satu yang masuk daftar pencarian orang (DPO)