TERASJABAR.ID – Konsumsi telur sering menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kolesterol dan risiko penyakit jantung.
Padahal, telur merupakan sumber protein yang mudah didapat dan kaya nutrisi.
Meski begitu, jika dikonsumsi secara berlebihan, telur juga dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan.
Karena itu, penting untuk mengetahui batas aman konsumsi telur setiap hari.
Telur mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, kebiasaan makan telur dalam jumlah terlalu banyak dapat memengaruhi keseimbangan nutrisi dan fungsi organ.
Salah satu dampak utamanya adalah peningkatan kolesterol darah, khususnya LDL, karena kuning telur mengandung kolesterol cukup tinggi.
Jika kadar LDL naik, risiko penyakit jantung dan stroke pun ikut meningkat.
Selain itu, konsumsi telur berlebihan dapat mengganggu pencernaan.
Kandungan protein dan lemak yang tinggi membuat sistem cerna bekerja lebih keras, sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti kembung, begah, atau nyeri perut.
Pada sebagian orang, kebiasaan ini juga bisa memicu reaksi alergi, mulai dari gatal, ruam, hingga gangguan pernapasan.
Kebanyakan makan telur juga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak diimbangi aktivitas fisik dan pola makan seimbang.
Asupan protein yang terlalu tinggi turut memberi beban tambahan pada ginjal, terutama bagi penderita gangguan ginjal atau tekanan darah tinggi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memperburuk fungsi ginjal.
Secara umum, orang dewasa sehat disarankan mengonsumsi 1–2 butir telur per hari.
Bagi penderita kolesterol tinggi, konsumsi kuning telur sebaiknya dibatasi.
Cara pengolahan pun penting, pilih telur rebus atau kukus dibandingkan digoreng.
Dengan porsi dan pengolahan yang tepat, telur tetap aman dan bermanfaat sebagai bagian dari pola makan seimbang.-***














