TERASJABAR.ID – Di Indonesia, daun pandan sudah lama digunakan sebagai pewarna sekaligus pemberi aroma alami pada aneka hidangan.
Selain untuk memasak, daun pandan juga kerap dimanfaatkan dalam infused water, serta tersedia dalam bentuk bubuk dan minyak esensial.
Popularitasnya bukan hanya karena aromanya yang khas, tetapi juga karena kandungan gizinya yang bermanfaat bagi kesehatan.
Daun pandan mengandung beragam vitamin dan senyawa antioksidan, seperti vitamin A, vitamin B kompleks (B1, B2, B3), vitamin C, serta karotenoid.
Berkat kandungan tersebut, daun pandan dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan pria maupun wanita.
Salah satu manfaat yang cukup dikenal adalah membantu meredakan nyeri sendi.
Minyak hasil ekstrak daun pandan secara tradisional digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan gejala peradangan pada sendi.
Selain itu, kandungan karotenoidnya berperan dalam melindungi kesehatan jantung dengan mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak.
Daun pandan juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar ringan.
Kandungan asam tanat di dalamnya membantu memberikan efek sejuk pada kulit.
Tak hanya itu, vitamin A dan beta karoten dalam daun pandan berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan serta melindungi mata dari gangguan akibat penuaan.
Untuk kesehatan kulit, beta karoten membantu meningkatkan perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Daun pandan juga diketahui berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah setelah makan dan menurunkan risiko diabetes.
Selain itu, sifat antioksidan pada daun pandan diyakini mampu melawan radikal bebas yang dapat memicu perkembangan sel kanker.
Meski aman dikonsumsi, daun pandan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya pengobatan karena manfaat medisnya masih memerlukan penelitian lanjutan.-***
















