Kesamaan kondisi tersebut dapat menggambarkan betapa berpengaruhnya peranan Indonesia dalam pergerakan pasar beras internasional. Ketiadaan impor beras Indonesia di 2025 telah memberikan dampak yang signifikan.
Terkait Indonesia yang sempat terpaksa mengadakan impor pangan sebelumnya, Presiden Prabowo mengaku heran. Untuk itu, ia mengambil langkah tegas agar Indonesia dapat mencapai swasembada pangan. Urusan pangan tidak bisa bergantung pada bangsa lain.
“Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, Bumi yang luas, Bumi yang kaya tanah yang subur. Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor pangan. Tidak masuk di hati saya,” ucap Presiden Prabowo.
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan pangan tergantung bangsa lain. Satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Presiden.
Untuk diketahui, stok CBP yang dikelola Bulog sampai akhir tahun 2025 tidak ada yang bersumber dari impor. Angkanya sangat kuat di 3,25 juta ton. Capaian ini menjadi yang tertinggi karena dalam catatan Bapanas, stok akhir tahun CBP selama ini belum pernah melampaui angka 3 juta ton.
Selain itu, dalam 18 tahun terakhir, stok akhir CBP yang tanpa pasokan dari impor juga belum pernah mencapai lebih 3 juta ton. Tercatat di 2008 yang tak ada impor, stok akhir CBP berada di 1,1 juta ton. Lalu 2009 yang juga nihil impor, di akhir tahunnya 1,6 juta ton.
Sementara di 2019 sampai 2021 yang juga tidak ada impor, stok akhir tahun stok CBP masing-masing di tiga tahun tersebut berada di angka 2,2 juta ton, 1,9 juta ton, dan 0,8 juta ton.***
















